Hari ini, eh sebenarnya dari sekitar 2 minggu yang lalu sih, itu ngerasa kayak ditonjok-tonjok, ditusuk-tusuk, dan ditampar-tampar. Kayaknya udah bonyok ini seluruh permukaan jantung hati. Kenapa deh, Ma? :O
Yaa, gitu lah. I’m a kind of person that have a hard heart. Mungkin karena dibiasakan seperti itu, di rumah aja dilarang mengungkapkan perasaan lelah seperti “duh, capeeeek!”, bahkan dilarang menangis. :p Gini deh jadinya, duh duh duh. Jadi susah juga sih kalau mau nangis .____. , tapi syukur alhamdulillaah semakin ke sini semakin mudah, haha bisa nangis kok bersyukur? Iya lah, itu pertanda bahwa hati ini masih bisa lembut.
Jadi ceritanya berawal dari sakit cacar sekitar 2 minggu yang lalu, baru pertama kali loh kena cacar, biasanya yang kena cacar itu kan bocah SD, yaa mungkin ini salah satu syarat pendewasaan diri, kena cacar dulu baru benar-benar dewasa. *kesimpulan yang ngaco :)) * Waktu itu bete parah, karena berhari-hari harus mengisolasi diri di kamar ini *backsound: Kamar Gelap – ERK* . Ke kampus itu hanya untuk mengambil soal UTS KoMas, mengumpulkan UTS KoMas, dan mengikuti UTS GrafKom. Selain itu sekitar satu minggu di rumah mulu. Seperti yang pernah saya tulis di sini, saat itu harusnya saya mantau perkembangan tahap implementasi I PPL, tapi jadi gak bisa karena kena cacar. Saat-saat isolasi diri tersebut itu kan ngegabut ya, jadi kebanyakan kosongnya, yaudah deh jadi banyak mikir. Mikir, kayaknya saya banyak banget salah dan dosa deh. Kurang peduli sama kesehatan diri sendiri, kurang dengerin kata-kata orang tua, kurang peka sama kebaikan teman-teman, kurang sedekah, kurang belajar (dalam artian umum), banyak kurangnya deh. Terlalu bold juga jadi orang, siapa yang tau kalau orang sakit hati atau tidak dengan kata-kata saya? Yaa walaupun mengatakan hal-hal yang sesuai dengan fakta yang ada, tapi siapa yang tau kalau ternyata mungkin cara penyampaiannya terlalu nge-zleb? Fuhhh, baik banget sih Allah, ngingetin dengan cara diinfeksi oleh virus chicken pox gitu, kalau saya ga kena cacar belum tentu loh kepikiran hal-hal itu. Alhamdulillaah banget tapi cacarnya ga kena ke muka, jadi akyu tetap cantiiiiiiik seperti biasa.:3 #mintaditabokbanget
Setelah itu, apalagi ya? Biasa deh, Ikhma itu doyan observe-observe banyak hal dan banyak orang. Kemudian.. menyadari suatu hal, “what have I done?“, rasanya masih sering banget nyampah di dunia yang udah penuh dengan sampah ini, rasanya belum bisa bantu at least mungutin sampah-sampah kek gitu, berhubung gak punya truk yang bisa langsung ngangkut sampah dalam jumlah yang besar, dan berhubung belum cukup pandai untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna. #kemudiangalau . Gila ya, kecil banget.. keciiiiiil banget, Ikhma itu kecil banget. Kalau di sebuah lukisan yang colourful, Ikhma itu pasti cuma berupa sebuah titik kecil aja. :’| Ampuni aku, Ya Allah. >< Kenapa amnesia mulu ya, kenapa lupa mulu dengan hal-hal penting yang harusnya dilakukan sebagai tanggung jawab seorang manusia di muka bumi ini? :’|
Dan lagi, rasanya selalu ada yang kurang, walau sebanyak apapun yang telah dicapai, walau telah bisa berjalan di jalan yang diinginkan sedikit demi sedikit. Tetap ada yang kurang, kurang memberi. Tau quote film Into The Wild? “Happiness only real when we shared”, ya, bahagia itu baru benar-benar terasa ketika kita telah memberi, telah berbagi. Karena apa yang kita miliki, jika hanya untuk disimpan sendiri, untuk apa? Bersyukur banget merasakan kekurangan ini, kalau enggak, mungkin selamanya akan menjadi orang yang keras hatinya. :’(
Terimakasih, Ya Allah, telah mengabulkan doaku. Aku ingin menjadi manusia yang lembut hatinya. Terimakasih telah membuka jalan menuju cita-cita itu. Terimakasih. Terimakasih. Terimakasih. Alhamdulillaah.. :’)