Kamu Itu..

Kamu itu bukan pujian dari teman-temanmu.

Kamu itu bukan celaan dari teman-temanmu.

Kamu itu bukan asumsi yang berputar di kepalamu atas pandangan teman-temanmu.

Kamu itu kamu, diam dan merenunglah, bercengkrama dengan dirimu, untuk lebih mengerti bahwa kamu itu kamu.

Kamu itu.. orangtuamu yang tahu, bicaralah pada mereka, agar kamu ingat siapa kamu.

Kamu itu.. yang Tuhanmu tiupkan ke dalam tubuhmu, berbincanglah pada-Nya dengan khusyuk, agar kamu selalu menjadi kamu hingga Dia kembali memanggilmu.

Posted in poems, random | Leave a comment

Aku Memohon Ampun Kepada Allah..

Maaf, mohon ampun, itu yang hampir selalu ku teriakkan dalam hatiku, atas segala tindakanku yang berlebihan.

Berpikir berlebihan, berlari dengan kecepatan yang tidak wajar, ambisius terhadap suatu hal, lalai akan kewajiban, toleransi yang berlebihan terhadap ketidaktegasan, asumsi yang berlebihan atas sesuatu yang belum tentu terjadi, menunda-nunda pekerjaan, terlalu lama terpaku menatap sehingga lama juga untuk mencipta, berkorban berlebihan, bahkan mungkin bicara pun aku juga berlebihan.

Selama kamu masih bertindak secara berlebihan, kemungkinannya ada dua: 1. Kamu masih pemula; 2. Kamu belum benar-benar belajar dari pengalaman.

Aku memohon ampun kepada Allah..

Posted in life | Leave a comment

Shalat

Seharusnya kita bersyukur, diberi waktu lima kali sehari untuk fokus hanya pada satu hal, hanya untuk Allah saja.

-Pak Edy Pramono (Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 8 Jakarta)-

Entah kenapa tiba-tiba teringat kalimat ini, padahal sudah beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena sedang banyak pikiran, terlalu banyak berpikir sampai-sampai menunda untuk shalat, jadi shalat-nya tidak di awal waktu. Tadi saja baru shalat isya sekitar jam 12. Padahal sehabis shalat itu segalanya jadi jauh lebih enteng, pikiran-pikiran yang sebetulnya agak tidak penting untuk dipikirkan jadi rontok setelah shalat. Kenapa juga lebih memilih menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal yang kurang penting itu dibanding langsung shalat tepat waktu? :)) Seperti yang Pak Edy bilang, seharusnya bersyukur diberi waktu untuk fokus hanya pada satu hal saja, pada Allah saja. Selama 24 jam (minus waktu tidur) itu pasti banyak sekali hal-hal yang kita urusi, yang menguras energi, yang semakin lama semakin membuat pikiran lelah. Namun, terkadang kita malah terus larut dalam kesibukan-kesibukan yang bersifat duniawi dan mengesampingkan komunikasi dengan Allah, salah satunya ya shalat ini. Padahal justru ketika shalat itu jiwa kita kembali dicerahkan dan disegarkan, ketika shalat itu yang tadinya tegang kemudian menjadi renggang.

Terimakasih, Ya Allah.. Terimakasih untuk selalu mengingatkan aku. Alhamdulillaah.. :)

Posted in thought | Leave a comment

Ingin Jadi Manusia yang Lembut Hatinya

Hari ini, eh sebenarnya dari sekitar 2 minggu yang lalu sih, itu ngerasa kayak ditonjok-tonjok, ditusuk-tusuk, dan ditampar-tampar. Kayaknya udah bonyok ini seluruh permukaan jantung hati. Kenapa deh, Ma? :O

Yaa, gitu lah. I’m a kind of person that have a hard heart. Mungkin karena dibiasakan seperti itu, di rumah aja dilarang mengungkapkan perasaan lelah seperti “duh, capeeeek!”, bahkan dilarang menangis. :p Gini deh jadinya, duh duh duh. Jadi susah juga sih kalau mau nangis .____. , tapi syukur alhamdulillaah semakin ke sini semakin mudah, haha bisa nangis kok bersyukur? Iya lah, itu pertanda bahwa hati ini masih bisa lembut.

Jadi ceritanya berawal dari sakit cacar sekitar 2 minggu yang lalu, baru pertama kali loh kena cacar, biasanya yang kena cacar itu kan bocah SD, yaa mungkin ini salah satu syarat pendewasaan diri, kena cacar dulu baru benar-benar dewasa. *kesimpulan yang ngaco :)) * Waktu itu bete parah, karena berhari-hari harus mengisolasi diri di kamar ini *backsound: Kamar Gelap – ERK* . Ke kampus itu hanya untuk mengambil soal UTS KoMas, mengumpulkan UTS KoMas, dan mengikuti UTS GrafKom. Selain itu sekitar satu minggu di rumah mulu. Seperti yang pernah saya tulis di sini, saat itu harusnya saya mantau perkembangan tahap implementasi I PPL, tapi jadi gak bisa karena kena cacar. Saat-saat isolasi diri tersebut itu kan ngegabut ya, jadi kebanyakan kosongnya, yaudah deh jadi banyak mikir. Mikir, kayaknya saya banyak banget salah dan dosa deh. Kurang peduli sama kesehatan diri sendiri, kurang dengerin kata-kata orang tua, kurang peka sama kebaikan teman-teman, kurang sedekah, kurang belajar (dalam artian umum), banyak kurangnya deh. Terlalu bold juga jadi orang, siapa yang tau kalau orang sakit hati atau tidak dengan kata-kata saya? Yaa walaupun mengatakan hal-hal yang sesuai dengan fakta yang ada, tapi siapa yang tau kalau ternyata mungkin cara penyampaiannya terlalu nge-zleb? Fuhhh, baik banget sih Allah, ngingetin dengan cara diinfeksi oleh virus chicken pox gitu, kalau saya ga kena cacar belum tentu loh kepikiran hal-hal itu. Alhamdulillaah banget tapi cacarnya ga kena ke muka, jadi akyu tetap cantiiiiiiik seperti biasa.:3 #mintaditabokbanget

Setelah itu, apalagi ya? Biasa deh, Ikhma itu doyan observe-observe banyak hal dan banyak orang. Kemudian.. menyadari suatu hal, “what have I done?“, rasanya masih sering banget nyampah di dunia yang udah penuh dengan sampah ini, rasanya belum bisa bantu at least mungutin sampah-sampah kek gitu, berhubung gak punya truk yang bisa langsung ngangkut sampah dalam jumlah yang besar, dan berhubung belum cukup pandai untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna. #kemudiangalau . Gila ya, kecil banget.. keciiiiiil banget, Ikhma itu kecil banget. Kalau di sebuah lukisan yang colourful, Ikhma itu pasti cuma berupa sebuah titik kecil aja. :’| Ampuni aku, Ya Allah. >< Kenapa amnesia mulu ya, kenapa lupa mulu dengan hal-hal penting yang harusnya dilakukan sebagai tanggung jawab seorang manusia di muka bumi ini? :’|

Dan lagi, rasanya selalu ada yang kurang, walau sebanyak apapun yang telah dicapai, walau telah bisa berjalan di jalan yang diinginkan sedikit demi sedikit. Tetap ada yang kurang, kurang memberi. Tau quote film Into The Wild? “Happiness only real when we shared”, ya, bahagia itu baru benar-benar terasa ketika kita telah memberi, telah berbagi. Karena apa yang kita miliki, jika hanya untuk disimpan sendiri, untuk apa? Bersyukur banget merasakan kekurangan ini, kalau enggak, mungkin selamanya akan menjadi orang yang keras hatinya. :’(

Terimakasih, Ya Allah, telah mengabulkan doaku. Aku ingin menjadi manusia yang lembut hatinya. Terimakasih telah membuka jalan menuju cita-cita itu. Terimakasih. Terimakasih. Terimakasih. Alhamdulillaah.. :’)

Posted in life | Tagged , , , | Leave a comment

Di Setiap Generasi

Di setiap generasi, pasti ada aja orang-orang kerennya. Kekerenan orang-orang zaman dahulu telah tercatat dalam sejarah dan hasil usaha mereka terasa bertahun-tahun kemudian, bahkan hingga saat ini. Saya jadi membayangkan bagaimana keadaan bumi ini dan penghuninya di masa depan nanti, semoga hasil usaha mereka juga terasa bertahun-tahun kemudian nanti. Semoga manusia-manusia di muka bumi ini tidak semakin banyak yang skeptis terhadap kebaikan manusia-manusia lainnya, semoga kita selalu menjadi orang yang mudah untuk menghargai orang lain. Satu lagi, semoga kita termasuk orang yang membantu, bukan menghujat, apalagi menyusahkan.

Come on, do our best at the point where we stand right now. That’s the smallest thing that we can do.

Posted in thought | Leave a comment

Enjoy Aja!

Pernah ada seorang teman bertanya “bagaimana cara menikmati suatu pekerjaan? Karena seringkali merasa tertekan ketika mengerjakannya.”

Lalu saya jawab “yaa.. Enjoy aja.”

Bingung juga sih sebenarnya waktu itu mau jawab apa. XDD tapi ya memang itu kuncinya, tidak usah terlalu banyak memikirkan hal-hal yang kurang penting dan belum pasti terjadi. Biasanya kan kalau sedang dalam proses mengerjakan sesuatu, ada rasa takut, khawatir bahwa kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut tepat waktu dan dengan hasil yang baik. Itu kan belum pasti terjadi, jadi jangan terlalu fokus menyelami rasa takut itu, buang jauh-jauh deh. Yakin aja, “aku harus bisa, aku pasti bisa, Allah pasti bantu.” Tanamkan dalam hati bahwa segala pekerjaan insyaAllah pasti dapat kita selesaikan. Seorang teman yang lain juga pernah berkata “ngapain pake gak bisa tidur segala, toh kita tidur atau enggak, kerjaan kita pasti akan selesai.” Yaa bukan maksudnya membiarkan pekerjaan itu selesai dengan sendirinya *mana mungkin xD* tapi ya jangan sampe khawatir berlebihan sampai tidak bisa tidur segala. :))

Just do the best, Allah will do the rest. :)

Jadi ingat, beberapa minggu yang lalu super stress karena PPL (Proyek Perangkat Lunak), yang progressnya sangat-sangat minim dan kondisinya sangat-sangat kritis, apalagi saya yang berperan sebagai project manager, dan sempat sakit cacar juga, stress parah karena sekitar satu minggu gak bisa mantau langsung udah sampai mana perkembangannya. Takut banget tidak selesai, dibantai waktu UAT (User Acceptance Test), dan takut tidak lulus terutama. Tapi ternyata.. Everything went better than expected, guys! :’) our two great programmer, Maman and Chilman, can make it on time! :’) bahkan yang seharusnya dikerjakan di iterasi ke-2 yang start-nya adalah minggu depan, selesai di iterasi pertama yang deadline-nya minggu ini. Yah, walau masih banyak yang harus disempurnakan di sana-sini. :’) Setelah itu saya berpikir, “aduh, ngapain stress gitu ya, pake mikir yang jelek-jelek segala, entah pada gak ngerjain, atau apa.” Jadi menyesal mikir-mikir jelek begitu. >< Yang namanya satu tim itu kan pasti saling bantu, jadi harusnya saya percaya penuh sama teman-teman di satu tim, bahwa kita pasti bisa menyelesaikan pekerjaan kita dan tanggung jawab masing-masing dalam proyek ini. Benar-benar life lesson yang seringkali terlupakan, “rasa percaya”. Thank You, Allah, for reminding me about this lesson. :’)

Every week is always a hectic week, don’t get stressed too much, enjoy every moment of this life, even if it’s a hard moment, we’re gonna miss these times someday. :)

Posted in life, thought | Leave a comment

World Is Black (1)

The time when I realize it, you are simple. You are a really kindhearted guy, I don’t know why she didn’t choose you, what I see is that you like her and she likes you too, well, you are cute in your own way, but why? Why are you not with her right now? Well, if simple, kindhearted, and being your self are not enough, I’ll tell the world how brilliant you are, you are one of a human that have a superb brain, you are good both in academic side and non-academic side, your future is bright, you are care enough to your friends and society, you are respectful, you are responsible, you are a hardworker. See? Are they still not enough?

The world is black, because of the set of less precise decisions that make it getting darker time after time.

Posted in thought | 1 Comment